Saturday, September 6, 2014

Istriku Diijinkan Tuhan Menderita Kanker Nasofaring (Nasopharyngeal Carcinoma)

Melalui blog ini saya mau berbagi mengenai penyakit kanker nasofaring (nasopharyngeal carcinoma) yang diijinkan Tuhan menyerang istri saya tercinta.

Tujuan saya menulis Blog ini supaya dapat berbagi pengalaman dan membantu orang lain 

Istri saya mengeluh seperti ada air di telinga kiri. Kami coba berobat ke dokter THT yang katanya paling terkenal di Bandung.

Saat itu diagnosa dokter adalah karena istri saya berenang walau dia sedang sakit pilek. Maka ada cairan dari hidung yang masuk ke belakang gendang telinga. Kemudian gendang telinga istri saya disuntik. Cairan yang berada di belakang gendang telinga disedot. 

Istri saya merasa lebih baik setelah disedot. Tapi kembali merasa tidak enak di  kuping nya setelah beberapa hari. Jadi kami kembali berobat ke dokter tersebut. Dokter kembali melakukan tindakan tersebut dan memberi anti biotik. Istri saya berobat bolak balik ke dokter itu sampai 6x. Kemudian istri saya mengeluh sakit di pipi kiri dekat telinga. Dokter terlalu sibuk karena pasien banyak dan praktek sampai subuh. Sehingga dokter kurang perhatian.

Karena tidak ada kemajuan dan kami rasa dokter nya kurang perhatian kami coba berobat ke profesor spesialis THT lain di Bandung. Ternyata sama hanya dikasih obat flu dan anti biotik.
Setelah berobat 2x ke profesor ini kami coba ke salah satu rumah sakit besar di Bandung. Kata teman saya ada dokter THT bagus di sana. Tapi ternyata tindakan yang diberikan sama saja hanya obat dan anti biotik. 

Karena bolak balik ke dokter ini juga tidak sembuh perawat jaga bilang supaya coba ke dokter X karena dia adalah kepala bagian THT di rumah sakit tersebut.

Dokter kepala ini menganjurkan istri saya untuk rontgen kepala karena sakit di pipi. Dokter juga memberikan obat flu dan obat semprot untuk hidung.
Setelah hasil rontgen keluar istri saya dianjurkan konsultasi ke dokter spesialis rahang. Karena dokter THT tersebut tidak bisa baca hasil rontgen. Aduh apa pula ini minta di-rontgen tapi tidak bisa baca hasilnya.

Akhirnya kami konsultasi ke dokter spesialis rahang. Analisa dokter pipi istri saya sakit karena gigi istri saya ada yg dicabut sehingga proses mengunyah tidak sempurna sehingga engsel pipi jadi bergeser. Disarankan untuk pasang gigi palsu, harganya juga mahal.
Saya tidak mengerti bagaimana mungkin istri saya yang awal nya sakit  di kuping tapi harus pasang gigi palsu?

Teman istri saya anjurkan ke Prof Helmi di Salemba. Katanya ini dokter bagus. Karena merasa di Bandung tidak ada hasil kami coba ke Jakarta ke Prof Helmi.

Tanpa prasangka apa-apa kami berangkat ke Jakarta. Setelah mendengar riwayat berobat istri saya Prof langsung melakukan endoskopi dan menemukan ada benjolan besar di belakang hidung istri saya. Prof Helmi bilang supaya segera diambil tindakan biopsi dan pasang eartube di telinga istri saya supaya cairan nya keluar.

Kami bingung dan shock saat itu karena tidak mengerti apa itu semua dan biaya nya juga mahal. Saat itu karena ingin istri saya cepat sembuh saya setujui tindakan yang Prof Helmi tersebut anjurkan.

Setelah operasi dokter bilang harus tunggu hasil dan bilang semoga diagnosa dia salah. Semoga hanya tumor jinak. Perasaan kami sudah campur aduk saat itu.

Minggu sampai Kamis kami berdoa supaya hasil test nya baik. Waktu Kamis saya telepon Prof Helmi. Ternyata Tuhan berkehendak lain. Dia ijinkan istri saya terkena kanker Nasofaring. Dunia secara runtuh mendengar vonis tersebut. Kami hanya bisa berdoa supaya Tuhan menyertai kami dan menyembuhkan istri saya.
Penampakan hasil biopsi :




Kami bertanya ke family dan teman-teman, kemana kami harus berobat. Kami diberitahu untuk kanker nasofaring yang bagus itu Singapore atau Hongkong. Karena Hongkong jauh dan kata nya biaya pengobatan lebih mahal maka kami pilih ke Singapore.

Kenapa tidak berobat di Indonesia? Terus terang saya kecewa dengan dokter di Bandung. Istri saya terlambat diagnosa di Bandung. Diagnosa aneh-aneh seperti pasang gigi palsu. Juga keluarga besar menyarankan berobat ke Singapore. Jujur secara ekonomi berat untuk berobat ke sana. Tapi saya ingin pengobatan terbaik untuk istri saya.

Saya tidak bermaksud mendiskreditkan dokter atau rumah sakit di Bandung. Saya tidak menyebutkan nama di sini. Saya membuat blog ini tujuannya berbagi kepada pembaca semua pengalaman pengobatan istri saya dan semoga menjadi berkat bagi pembaca

Demikian perjalanan awal waktu istri saya terdiagnosa kena nasofaring carcinoma.


4 comments:

Toni Widiyanto said...

Selamat Siang Pak,
pernah ke dokter Prof. Taufik Basorie?
Saya dari taun 2007 sakit yang katanya dokter di RS. Karyadi Semarang adalah sinusitis. Obat yang diberikan oleh dr. di karyadi itu saya minum sampai 3 tahun. sembuh, lalu kumat lagi. setelah beberapa aktu saya minum obat itu lagi namun gak berefek pada kesembuhan saya. akhirnya saya hentikan takut kecanduan. Di bandung saya coba ke Dr. zainal namun obat yang diberikan membuat saya merasa kedinginan yang sangat hampir 1 hari kalau saya minum obat itu. akhirnya saya hentikan juga. berikutnya saya mau ke dr. fik basorie di depan taman lalu lintas, namun cari informasi dulu bagaimana kinerja dokter ini? hubungi saya jika bapak pernah ke dokter tersebut 085 640 785 347

NPC Survivor said...

Selamat siang Pak. Maaf saya tidak bisa menyebutkan nama dokter2 yang tidak bisa menemukan penyakit istri saya di Bandung. Tetapi kami sudah mencoba dokter2 THT di Bandung yang katanya bagus. Bapak bisa coba ke Prof Helmi di RS Salemba.

Ujung Bawang Simalem said...

Bagaimana kondisi istrinya skrg pak ? Istri saya kena knf juga fan sdh stadium 4 dgn leher sdh bengkak.

NPC Survivor said...

Salam kenal Pak Ujung.
Puji Tuhan istri saya kondisi nya baik.
Bisa komunikasi via email Pak ? email saya : npcsurvivor@gmail.com